Tradisi Marosok, Cara Orang Minang Jual-beli Ternak

Tradisi Marosok, Cara Orang Minang Jual-beli Ternak

Tradisi Marosok, Cara Orang Minang Jual-beli Ternak

Masyarakat Minangkabau, punya formalitas unik di dalam menjual membeli ternak, yaitu formalitas marosok. Dan tardisi yang sudah berjalan ratusan th. ini kian marak menjelang hari raya Idul Adha.

Tradisi marosok ini biasa digelar di pasar ternak di sejumlah kawasan di Sumatera Barat. Berbeda biasanya bersama dengan transaksi menjual beli, di dalam formalitas marosok dijalankan di dalam diam.

Transaksi dijalankan berdua antara penjaja dan kastemer bersama dengan mengfungsikan bhs tanda tangan. Tanpa omongan. Pedagang dan kastemer saling berjabat tangan, dan memainkan masing-masing jari tangan untuk bertransaksi.

Uniknya ‘permainan tangan’ ini juga tertutup bagi orang lain. Karena biasanya si penjaja dan kastemer menutupi tangan mereka bersama dengan sarung, baju, kopiah atau benda lain. Tujuan dari sikap ini adalah supaya orang lain tak sadar sistem transaksi tersebut. Sehingga harga ternak yang diperdagangkan, cuma diketahui oleh si penjaja dan pembeli.

Saat tawar menawar berlangsung, penjaja dan kastemer saling menggenggam, memegang jari. Sesekali mereka menggoyang tangannya ke kiri dan ke kanan. Jika transaksi berhasil, tiap tiap tangan saling melepaskan. Sebaliknya, terkecuali harga belum cocok, tangan selalu menggenggam erat tangan yang lain seraya tawarkan harga baru yang mampu disepakati.

Dalam marosok, tiap tiap jari melambangkan angka puluhan ribu, ratusan ribu, apalagi jutaan rupiah. Transaksi di dalam sunyi jamak ditemui di pasar-pasar ternak di Sumatera Barat, dan tentu saja masing-masing area punya langkah yang disepakati bersama.

Tak tersedia yang sadar secara pasti, kapan formalitas ini menjadi dilakukan. Sejumlah pedagang ternak cuma mengakui, formalitas ini sudah di awali sejak zaman raja-raja di Minangkabau dan diterima secara turun temurun. (Antara)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *