Oniecraft, UMKM Binaan Pertamina Kejar Misi Lestarikan Budaya Indonesia di Kancah Dunia

Oniecraft, UMKM Binaan Pertamina Kejar Misi Lestarikan Budaya Indonesia di Kancah Dunia

Oniecraft, UMKM Binaan Pertamina Kejar Misi Lestarikan Budaya Indonesia di Kancah Dunia

Pendampingan dan pembinaan UMKM oleh PT Pertamina (Persero) melalui Program Kemitraan dilaksanakan secara berkelanjutan. Dimulai berasal dari kondisi tradisional hingga tercapainya tujuan pembinaan Go Global. Seluruhnya dilaksanakan dengan detil sehingga meraih hasil yang maksimal.
Pasang Bola
Prinsip inilah yang termasuk diterapkan oleh tidak benar satu UMKM mitra binaan Pertamina yaitu Yosephine Erlianie. Pemilik usaha Oniecraft ini kondang dengan kerajinan paper tole atau seni gambar 3 dimensinya yang eksklusif.

“Seni paper tole yang aku membuat ini sangat kami jaga kualitasnya dan tidak mampu kecuali dibikin buru-buru,” ujarnya.

Dia berprinsip, setiap produk yang dibikin harus dilaksanakan secara detil dan teliti. Sehingga hasilnya mampu memuaskan penikmat seni dan pelanggannya. Sejak mengenal karya seni paper tole terhadap 1996, perempuan yang akrab disapa Onie ini sukses menelurkan ribuan perajin seni paper tole melalui kursus-kursus yang diselenggarakannya di beraneka kota Indonesia. Mayoritas pelatihan itu diberikan secara cuma-cuma dengan kata lain gratis.

Lewat cara itu, Onie inginkan lebih banyak orang mengenal kerajinan paper tole. Usaha Onie itu terbukti manjur, sehingga ia terasa memberanikan diri untuk menjual hasil kerajinannya itu sejak th. 2000. Target pasarnya lebih banyak dimaksudkan ke penduduk asing atau ekspatriat di Indonesia.

Produk-produk yang dihasilkan UMKM Oniecraft ini dipasarkan dengan kisaran harga termurah terasa berasal dari Rp110.000 hingga Rp 10 jutaan per item. Tingginya harga yang ditawarkan berdasarkan tingkat ada masalah sistem pembuatan paper tole. Dengan harga jual tersebut, dirinya mampu mengantongi omzet bersih kurang lebih Rp 30 juta per bulan.

Misi Oniecraft Melestarikan Kekayaan Budaya Indonesia
Selain mengejar profit, alumni arsitek berasal dari tidak benar satu perguruan tinggi nasional ini termasuk mempunyai misi penting dibalik usaha yang dijalani. Yakni melestarikan kekayaan budaya dan sejarah Indonesia melalui kerajinan tangan.

”Kesenian paper tole ini cukup kondang di Eropa, untuk itu kami modifikasi dengan wujud dan ciri khas bangsa sehingga Indonesia lebih dikenal dunia, lebih-lebih kebudayaannya,” tegasnya.

Langkah tentu misi usaha Oniecraft secara perlahan terasa terwujud. Beberapa produknya sukses di ekspor ke negara di Eropa dan Jepang. Selain itu, pihaknya termasuk banyak mengikuti pameran produk ke luar negeri layaknya Algeria, Tokyo, Hong Kong, Norwegia. “Di bawah binaan Pertamina, aku inginkan usaha ini mampu lebih berkembang dan mampu menjangkau area pemasaran yang lebih luas lagi,” tuturnya.

Pjs Vice President Corporate Communication Pertamina, Heppy Wulansari mengapresiasi usaha yang dilaksanakan Onie. Menurutnya, komitmen usaha yang dijalani Onie layak dapat dukungan dan tetap dilestarikan.

“Selain menerapkan usaha berbasis sociopreneur, kami termasuk harus menolong usaha pengenalan budaya Indonesia ke mata dunia,” tutur Heppy.

Pertamina termasuk dapat menolong UMKM layaknya Oniecraft untuk naik kelas menjadi UMKM unggul dan mandiri. Sehingga tetap mampu menyediakan lapangan pekerjaan dan menolong kemandirian ekonomi.

Kunjungi Juga : Berita Seni & Hiburan

”Ini sebagai implementasi Goal 8 Sustainable Development Goals (SDGs). Diharapkan mampu menolong penduduk mendapat pekerjaan yang layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Heppy.

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *