Mengintip Pesona Budaya dan Tradisi Korea di Jalan Insadong

Mengintip Pesona Budaya dan Tradisi Korea di Jalan Insadong

Mengintip Pesona Budaya dan Tradisi Korea di Jalan Insadong

Bagi fans belanja, Korea Selatan tentu identik dengan Myeongdong. Kawasan bisnis di Kota Seoul ini adalah surga bagi para pegila belanja, khususnya pakaian dan kosmetik.
Bandar Taruhan
Tak hanya di Korea Selatan, nama Myeongdong termasuk terlalu familiar bagi wisatawan asing, termasuk dari Indonesia.

Namun, surga membeli di Seoul tak hanya Myeongdong. Ada kawasan lain yang tak kalah menarik dan termasuk jadi salah satu destinasi paling disarankan bagi mereka yang sedang berwisata di Korea Selatan, yaitu Jalan Insadong. Jalan ini berlokasi di Jongno-gu, jantung Kota Seoul.

Liputan6.com berkesempatan mengunjungi area ini dengan delegasi ASEAN Media People’s Visit to Korea, akhir Oktober lalu. Kendati sedang diguyur hujan ringan, pengunjung senantiasa saja ramai memadati kawasan ini.

Kesan pertama yang muncul di Jalan Insadong adalah kawasan ini sarat dengan seluk beluk budaya tradisional Korea. Deretan toko-toko yang tersedia di jalur utama atau di gang-gang biasanya menjual barang-barang kerajinan yang berkaitan dengan budaya Korea. Sangat tidak serupa dengan pusat bisnis lainnya yang mempunyai atmosfer moderen dan kekinian.

Kita dengan mudah menemukan toko hanbok (pakaian tradisional), hanji (kertas tradisional), teh tradisional, keramik, lukisan dan kerajinan khas Korea lainnya. Selain itu, terdapat pula lebih dari 100 galeri seni, kedai teh tradisional, dan restoran-restoran khas Korea.

“Sebagian besar hasil kerajinan tangan yang berhubungan dengan budaya Korea memang diperjualbelikan di sini. Jadi, kecuali berkenan mengenal budaya Korea melalui kerajinannya ya ke Insadong,” memahami Hyun Jin Kim, pemandu kami selama di Korea.

Karena itu pula, jangan heran kecuali selagi berada di Insadong, Anda bakal berjumpa dengan kelompok remaja Korea yang mengenakan hanbok bersiliweran di selama jalan. Seperti warga dan pengunjung lainnya, mereka sibuk bercengkerama dan juga membeli jajanan mudah di kaki lima.

Di kawasan ini memang tersedia sejumlah area yang menyewakan hanbok untuk umum. Dengan membayar sebesar 25.000 won (sekitar Rp 300 ribu), kami telah mampu mengenakan hanbok pilihan sendiri dan difoto dengan banyak ragam latar belakang yang mampu dipilih sesuai selera.

“Cara untuk menikmati histori dan pesona Insadong memang kudu merasakan budaya Korea yang ditawarkan di sini. memakai hanbok hanya salah satunya dan yang paling lazim dijalankan pengunjung di Insadong,” ujar Hyun Jin Kim.

Dan memang, penelusuran Liputan6,com menyatakan kecuali kawasan ini bukan pusat budaya rekaan pemerintah, namun telah jadi cerita histori sejak terbentuknya Korea.

Jalan Tua Sarat Sejarah
Jalan Insadong di distrik Jongno jadi salah satu area yang terkenal di kalangan wisatawan selagi berada di Kota Seoul, Korea Selatan. Jalan selama lebih dari 700 meter ini membentang di antara Anguk-dong Rotary dan Tapgol Park (Jongno 2-ga).

Kawasan Insadong dikenal sebagai pusat budaya sejak zaman Dinasti Joseon yang berkuasa pada 1392 sampai 1910. Selama berlangsungnya Dinasti Jeoseon pula, Insadong merupakan jalanan yang dimanfaatkan sebagai area belajar bagi para pelukis. Hingga kini, pengrajin, pelukis dan fans seni tetap mendirikan tokonya di kawasan ini.

Tak hanya Kedatangan para pelukis, Insadong sebagai penanda kawasan budaya Korea dari masa lantas termasuk muncul dengan banyak ragam festival yang berjalan di selama jalur dari pagi sampai malam tiap tiap akhir pekan. Tak jarang, wisatawan pun diajak ikut di dalam memeriahkan festival jalur tersebut.

“Karena ada festival dan juga pengunjung yang ramai, tiap tiap akhir pekan (Sabtu-Minggu) kendaraan tidak boleh melalui Jalan Insadong. Ini termasuk demi kenyamanan pengunjung,” memahami Jun Seong Hyo, pemilik salah satu restoran tradisional Korea yang berada di kawasan Insadong.

Tak hanya soal seni, kuliner berupa jajanan tradisional Korea pun bertebaran di selama Jalan Insadong. Lazimnya kudapan ringan, penjual dan dagangan mereka dijual di emperan jalur tak ubahnya penjual gorengan di Jakarta.

Jajanan yang terkenal di sini antara lain Kkultarae atau gulungan madu. Terbuat dari madu yang dikeraskan dan tepung gandum, kastemer mampu menyaksikan langsung proses pembuatan jajanan yang tampak layaknya helaian benang berwarna putih dan disusun rapi itu.

Ada kembali Hotteok, salah satu jajanan paling populer, khususnya selagi musim dingin. Kudapan ini terbuat dari tepung atau adonan beras ketan yang diisi dengan campuran gula, kacang tanah dan bubuk kayu manis dan lantas digoreng diatas wajan panas.

Kemudian tersedia Gukhwappang, yang terbuat dari adonan yang dituangkan ke di dalam cetakan berupa bunga krisan lantas diisi dengan pasta kacang merah.

Gyeranbang atau kue telur termasuk layak dicoba. Bagian bawah kue berupa roti dan atasnya dari telur yang diceplok. Adonan roti berlapis telur itu dipanggang di di dalam cetakan.

Sambil mengunyah banyak ragam kudapan itu, tak tersedia salahnya menikmati aksi para pengamen yang mudah ditemui di sudut-sudut jalan. Tak tersedia salahnya pula minta dilukis oleh para seniman yang siap melayani pesanan wisatawan. Pokoknya, Insadong siap memanjakan pengunjung dengan seluruh yang berbau Korea.

5 Hal yang Wajib Dilakukan di Insadong

Banyak perihal mampu dijalankan kecuali mengunjungi Jalan Insadong, yang seluruhnya mampu berbau tradisi dan budaya. Namun, tersedia sejumlah perihal yang terlalu sayang kecuali tak dijalankan kecuali telah berada di jalur ini.

Seperti banyak disebut oleh warga Korea sendiri, belum ke Insadong kecuali belum lakukan lima perihal di bawah ini. Jadi, inilah lima perihal yang kudu dijalankan kecuali terlalu mengidamkan merasakan atmosfer dari salah satu jalur bersejarah di Kota Seoul ini.

1. Mengunjungi Ssamzigil

Inilah ikon Jalan Insadong. Sebuah bangunan terbuka empat lantai yang terdiri dari toko kerajinan khas Korea yang biasanya buatan tangan. Beragam aksesoris khas Korea layaknya kalung, anting atau gelang mampu didapat di area ini.

Puas memelototi barang miliki nilai seni itu, tak tersedia salahnya pula mampir ke lantai paling atas Ssamzigil. Sejumlah kafe yang menawarkan minuman fresh mampu jadi pengobat lelah. Dan jangan lupa, panorama indah dari lantai ini bakal menyebabkan tangan tak berkenan jauh-jauh dari kamera.

Jika beruntung, ruang terbuka yang tersedia di tengah-tengah Ssamzigil bakal menampilkan berbagai atraksi seni, baik seni tradisional maupun modern. Akhir pekan adalah pilihan selagi yang tepat untuk mengunjungi area ini.

2. Menyewa Hanbok

Rugi kecuali telah sampai di Jalan Insadong namun tak sempat mencoba mengenakan hanbok, pakaian tradisional Korea. Tentu bakal jadi pengalaman yang istimewa kecuali mampu mengenakan hanbok, difoto dan itu dijalankan di negara asalnya, Korea Selatan. Untuk mewujudkan ini, Anda hanya kudu mengeluarkan duit kira-kira 3.000 won.

Caranya, datangi Insadong Tourist Information Centre yang tak jauh dari Ssamzigil. Di area ini kami mampu bebas memilih hanbok yang bakal disewa lengkap dengan aksesorisnya. Anda yang menyewa hanbok diberi selagi selama 20 menit untuk berpose di dalam berbagai gaya. Dijamin ini bakal jadi kenangan miliki nilai selagi pulang ke Tanah Air.

3. Memborong Souvenir

Tentu tak lengkap kecuali pulang dari Insadong tanpa menenteng buah tangan, khususnya aksesoris. Karena ini Insadong, pusat souvenir yang terlalu kental bakal nuansa budaya Korea, dahaga untuk membawa oleh-oleh yang terlalu spesifik bakal terpenuhi.

Banyak ragam buah tangan mampu didapat di jalur ini. Mulai dari kaos dengan aksara Korea, gantungan kunci, sumpit dan sendok khas Korea, dompet unik, area pensil, dan kipas khas Korea. Belum kembali barang antik yang terbuat dari kayu, keramik dan aneka logam.

Yang jadi pembeda dengan souvenir lainnya di pusat membeli Kota Seoul, di area ini ciri khas budaya Korea terlalu kental. Baik itu melalui motif, aksara dan warna yang digunakan. Sehingga terkesan souvenir yang tersedia di Insadong terlalu spesifik dan susah didapat di area lain.

4. Menyantap Ddong Ppang

Selain banyak ragam hasil budaya dan tradisi, Insadong termasuk menawarkan banyak ragam jajanan dan kudapan. Para penjual yang pakai gerobak atau bak mobil mudah ditemui di trotoar Jalan Insadong. Jajanan yang terkenal di Insadong antara lain Kkultarae atau gulungan madu, Hotteok, Gukhwappang, dan Gyeranbang atau kue telur.

Namun, tak tersedia yang mengalahkan popularitas Ddong Ppang atau Poo Bread. Kalau ‘kuat mental’, tak tersedia salahnya mencoba roti berupa kotoran manusia dengan isian pasta kacang merah yang mampu dibeli di pintu masuk Ssamzigil ini.

Adonan yang digunakan untuk menyebabkan Ddong Ppang tidak cukup lebih mirip dengan adonan untuk panekuk atau waffle, untuk lantas diisi dengan pasta kacang merah lantas lantas dipanggang. Saat dipanggang pun aroma wangi jajanan ini telah terasa. Ddong Ppang di Ssamzigil dijual seharga 2.000 Won untuk 3 buah (Rp 22 ribu).

5. Berfoto dengan Gadis Korea

Ramainya warga, khususnya remaja putri yang lalu-lalang di Insadong dengan pakaian hanbok bukan panorama yang aneh. Karena dikenal sebagai jalur yang identik tradisi dan budaya Korea, perihal itu dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Setiap hari tak ubahnya bak parade hanbok di Insadong.

Hebatnya lagi, mereka biasanya terlalu ramah kepada wisatawan asing dan tak menolak kecuali dipotret. Bahkan, dengan senang hati mereka bersedia diajak foto dengan kecuali diminta dengan sopan. Namun, tak sedikit pula yang malu-malu.

Kunjungi Juga : Berita Seni & Hiburan

Di sinilah tantangannya. Jika mampu mengajak rombongan remaja putri Korea untuk berfoto bersama, tentu bakal jadi pengalaman tersendiri. Foto itu nantinya bakal terlalu fenomenal, sebab mampu dikelilingi gadis-gadis Korea berbusana tradisional di salah satu lokasi paling baik di Kota Seoul.

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *