Budaya adalah Kebiasaan yang Sukar Diubah, Kenali Unsur dan Wujudnya

Budaya adalah Kebiasaan yang Sukar Diubah, Kenali Unsur dan Wujudnya

Budaya adalah Kebiasaan yang Sukar Diubah, Kenali Unsur dan Wujudnya

Budaya adalah arti yang tentu sudah tidak asing di telinga semua orang. Apalagi bagi orang Indonesia yang notabenenya mempunyai kebudayaan yang terlalu kaya dan beragam. Tidak heran kata budaya kerap kali diucapkan banyak orang di negeri ini.
BandarBolalive
Kata budaya sendiri berasal berasal dari bhs sansekerta yakni budhayah yang merupakan wujud jamak berasal dari buddhi dengan arti budi atau akal. Sedangkan didalam bhs Inggris budaya dikenal dengan kata culture yang berasal berasal dari bhs latin yakni colore yang berarti mengolah atau mengerjakan.

Istilah culture sendiri termasuk digunakan didalam bhs Indonesia dengan kata serapan “kultur”. Budaya dikaitkan dengan anggota berasal dari budi dan akal manusia. Budaya merupakan pola atau langkah hidup yang tetap berkembang oleh sekelompok orang dan diturunkan terhadap generasi berikutnya.

Berikut Liputan6.com rangkum berasal dari beragam sumber, Sabtu (20/2/2021) tentang budaya adalah.

Pengertian Budaya Menurut Para Ahli

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, budaya adalah suatu hal yang sudah menjadi formalitas dan susah diubah. Budaya tentu saja mempunyai definisi yang memadai luas, oleh karena itu, anda wajib paham beragam pengertian budaya berasal dari para pakar sebagai berikut:

E.B. Taylor. Seorang antropolog Inggris bernama E.B Taylor mendeskripsikan budaya adalah suatu hal kompleks yang termasuk pengetahuan kepercayaan, kesenian, moral, hukum, tradisi istiadat dan lainnya yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat

Kluckhohn dan Kelly. Menurut Clyde Kluckhohn dan William Henderson Kelly didalam bukunya The concept of culture, budaya adalah semua konsep hidup yang diciptakan secara historis baik secara eksplisit, implisit, rasional, irasional, dan nonrasional, yang tersedia terhadap kala khusus sebagai wejangan potensial didalam perilaku manusia.

Louise Damen. Louise Damen menulis didalam bukunya Culture Learning: The Fifth Dimension in the Language Classroom, bahwa budaya mempelajari sharing pola atau model manusia untuk hidup seperti pola hidup sehari-hari. Pola dan model ini meliputi semua segi pertalian sosial manusia. Budaya adalah mekanisme adaptasi utama umat manusia.

Ralph Linton. Seorang Antropolog Amerika di abad 20an, Ralph Linton mendeskripsikan budaya didalam bukunya The Cultural Background of Personality. Menurutnya budaya adalah lapisan perilaku yang dipelajari dan hasil perilaku yang elemen komponennya dibagi dan ditularkan oleh anggota masyarakat tertentu.

William H. Haviland. Menurut William H. Haviland, budaya adalah seperangkat ketetapan dan norma yang dimiliki dengan oleh para anggota masyarakat. Jika dikerjakan oleh para anggotanya dapat melahirkan perilaku yang dipandang layak dan mampu diterima oleh semua masyarakat.

Selo Soemardjan dan Soelaeman Somardi. Selo Soemardjan merupakan sosiolog dan juga tokoh pendidikan dan pemerintahan di Indonesia. Sedangkan Soelaeman Somardi merupakan seorang sosiolog Indonesia. Keduanya merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.

Koentjaraningrat. Menurut Antopolog Indonesia Koentjaraningrat, budaya adalah sebuah proses ide dan rasa, sebuah tindakan dan juga karya yang dihasilkan oleh manusia yang di didalam kehidupannya yang bermasyarakat.

Selain itu Koentjaraningrat termasuk mendeskripsikan budaya lewat asal kata budaya didalam bhs Inggris yakni “colere” yang sesudah itu menjadi “culture” dan didefinisikan sebagai segala kekuatan dan kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah alam.

Soerjono Soekanto. Soerjono Soekanto merupakan seorang sosiolog. Ia mendeskripsikan budaya sebagai suatu hal yang termasuk semua yang didapat atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara mendeskripsikan kebudayaan sebagai buah budi manusia yang merupakan hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam. Hal itu merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk menanggulangi beragam halangan dan kesukaran manfaat capai keselamatan dan kebahagiaan.

Unsur-Unsur Budaya

Ada beberapa pendapat pakar yang menyampaikan tentang komponen atau unsur kebudayaan, pada lain sebagai berikut:

Melville J. Herskovits menjelaskan kebudayaan mempunyai 4 unsur pokok, yaitu:

– Alat-alat teknologi

– Sistem ekonomi

– Keluarga

– Kekuasaan politik

Bronislaw Malinowski menjelaskan 4 unsur pokok kebudayaan meliputi:

– Sistem norma sosial yang memungkinkan kerja serupa pada para anggota masyarakat untuk mengatur diri dengan alam sekelilingnya

– Organisasi ekonomi

– Alat-alat, dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)

– Organisasi kebolehan (politik)

C. Kluckhohn menyampaikan tersedia 7 unsur kebudayaan secara universal (universal categories of culture) yaitu:

– Bahasa

– Sistem pengetahuan

– Sistem teknologi, dan peralatan

– Sistem kesenian

– Sistem mata pencarian hidup

– Sistem religi

– Sistem kekerabatan, dan organisasi kemasyarakatan

Wujud Budaya
Wujud Budaya Menurut J.J. Hoenigman

Gagasan (Wujud ideal). Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berwujud kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak yakni tidak mampu diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak didalam anggapan warga masyarakat. Jika masyarakat selanjutnya memperlihatkan ide mereka itu didalam wujud tulisan, maka wilayah berasal dari kebudayaan ideal itu berada didalam karangan, dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.

Aktivitas (tindakan). Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola berasal dari manusia didalam masyarakat itu. Wujud ini kerap pula disebut dengan proses sosial. Sistem sosial ini terdiri berasal dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, dan juga bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola khusus yang berdasarkan tradisi tata kelakuan. Sifatnya konkret, berlangsung didalam kehidupan sehari-hari, dan mampu diamati, dan didokumentasikan.

Artefak (karya). Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berwujud hasil berasal dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia didalam masyarakat berwujud benda-benda atau hal-hal yang mampu diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di pada ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, pada wujud kebudayaan yang satu tidak mampu dipisahkan berasal dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur, dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.

Wujud Kebudayaan Menurut Koentjataningrat

Nilai-nilai Budaya. Istilah ini, merujuk kepada penyebutan unsur-unsur kebudayaan yang merupakan pusat berasal dari semua unsur yang lain. Nilai-nilai kebudayaan yakni gagasan-gagasan yang sudah dipelajari oleh warga sejak usia dini, sehingga susah diubah. Gagasan inilah yang sesudah itu membuahkan beragam benda yang diciptakan oleh manusia berdasarkan nilai-nilai, pikiran, dan tingkah lakunya.

Sistem Budaya. Dalam wujud ini, kebudayaan berwujud abstrak sehingga cuma mampu diketahui dan dipahami. Kebudayaan didalam wujud ini termasuk berpola dan berdasarkan sistem-sistem tertentu.

Sistem Sosial. Sistem sosial merupakan pola-pola tingkah laku manusia yang melukiskan wujud tingkah laku manusia yang dikerjakan berdasarkan sistem. Kebudayaan didalam wujud ini berwujud konkret sehingga mampu diabadikan.

Kebudayaan Fisik. Kebudayaan fisik ini merupakan wujud terbesar dan termasuk berwujud konkret. Misalnya bangunan megah seperti candi Borobudur, benda-benda bergerak seperti kapal tangki, komputer, piring, gelas, kancing baju, dan lain-lain.

Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan mempunyai beberapa elemen atau komponen, menurut pakar antropologi Cateora, yaitu:

Kebudayaan material. Kebudayaan material mengacu terhadap semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk didalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan berasal dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material termasuk termasuk barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.

Kebudayaan nonmaterial. Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan berasal dari generasi ke generasi, seandainya berwujud dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.

Lembaga sosial. Lembaga sosial dan pendidikan mengimbuhkan peran banyak didalam konteks terkait dan berkomunikasi di alam masyarakat. Sistem sosial yang terbentuk didalam suatu negara dapat menjadi dasar dan konsep yang berlaku terhadap tatanan sosial masyarakat.

Sistem kepercayaan. Bagaimana masyarakat mengembangkan, dan membangun proses keyakinan atau keyakinan terhadap suatu hal dapat memengaruhi proses penilaian yang tersedia didalam masyarakat. Sistem keyakinan ini dapat memengaruhi kebiasaan, pandangan hidup, langkah makan, hingga dengan langkah berkomunikasi.

Kunjungi Juga : Berita Seni & Hiburan

Estetika. Berhubungan dengan seni dan kesenian, musik, cerita, dongeng, hikayat, drama, dan tari–tarian, yang berlaku, dan berkembang didalam masyarakat. Seperti di Indonesia tiap-tiap masyarakatnya mempunyai nilai estetika sendiri. Nilai estetika ini wajib dimengerti didalam segala peran sehingga pesan yang dapat disampaikan mampu capai target dan efektif.

Bahasa. Bahasa merupakan alat pengantar didalam berkomunikasi, bhs untuk tiap-tiap wilayah, bagian, dan negara mempunyai perbedaan yang terlalu kompleks. Dalam pengetahuan komunikasi bhs merupakan komponen komunikasi yang susah dipahami. Bahasa mempunyai cii-ciri unik dan kompleks yang cuma mampu dimengerti oleh pengguna bhs tersebut.

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *